Manajemen Perawatan Cabe Pada Musim Kemarau
MANAJEMEN PERAWATAN CABE PADA MUSIM KEMARAU
MANAJEMEN PERAWATAN CABE PADA MUSIM KEMARAU
Sumber : Anonim (Agrowangi Klinik Agribisnis/Agrowangi.blogspot.com)
Hujan sudah tidak lagi mengguyur.
Beberapa wilayah dilanda kekeringan. Siang terasa udara sangat panas dan
pengap, tetapi malam terasa amat dingin. Orang Jawa menyebutnya musim
“BEDIDING”. Disaat inilah bunga Kopi, Randu dan lain sebagainya sedang tumbuh
berbunga.
Di sisi lain, kondisi tersebut
mengisyaratkan saatnya perkembangan populasi hama aphid, thrip dan lain
sebagainya dalam siklus puncak. Artinya populasi mereka memasuki masa
perkembang biakan paling optimal.
Apa yang harus kita lakukan?
Kongkritnya, manajemen perawatan
cabe yang harus kita lakukan adalah 70% konsentrasi kita harus terfokus pada
pengawalan serangan hama aphid, thrip dan sejenisnya, 15% fokus pada pengairan
dan pengaturan ZPT, 10% pengawalan fungisida dan 5% lain-lain.
Kenapa fokus utama pada pengawalan
OPT Aphid, Thrip dan sejenisnya?
Serangan Patek/ Cacar Buah memang
momok yang paling menakutkan, tetapi itu ada “momentnya” yaitu saat musim
penghujan. Disaat cuaca seperti sekarang ini (kemarau di Bulan Juni 2012), yang
menjadi momok utama adalah serangan hama thrips, aphid, kupu-kupuan dan
sejenisnya yang berdampak pada penyebaran virus dan dapat berakibat gagal
panen.
Tanaman
Cabai Tampak Kerdil
|
ZPT juga menjadi perhatian kita yang
kedua, karena perbedaan suhu yang ekstrim antara siang dan malam, biasanya
produksi hormon pertumbuhan (auksin, gribelin dan sitokinin) kurang dapat
terproduksi secara maksimal, terlebih jika tanaman terserang aphid, thrip dan
sejenisnya, juga ketersediaan air yang kurang mencukupi. Hal ini dapat kita
bandingkan bagi mereka yang punya peternakan lele. Biasanya lele tidak dapat
tumbuh besar atau perkembangnya cukup lambat jika terjadi perbedaan suhu yang
cukup ekstrim antara siang dan malam.
Bagaimana dengan fungisida?
Kutu
Kebul
|
Saya cukup prihatin melihat petani
dalam kondisi seperti sekarang ini, pengawalan fungisida seakan-akan masih
menjadi perioritas utama. Fungisida tetap kita berikan karena air embun
menjadikan kondisi lingkungan lembab, tetapi bukan setiap penyemprotan selalu
kita berikan. Insyallah cukup dengan menggunakan fungisida “KONTAK” sudah cukup
memadai dan durasinya satu minggu sekali. Perkecualian bagi wilayah yang setiap
minggunya masih turun hujan.
CACATAN:
- Artikel ini ada kaitannya dengan “Cara Penyiraman di Musim Kemarau”, silahkan lacak di Blog ini.
- Penggunaan insektisida/akarisida jangan monotun menggunakan satu jenis Bahan Aktiv, meskipun Anda fanatik terhadap obat tertentu. Gunakan berbagai jenis Bahan Aktiv (minimal 3) dan aplikasikan secara bergantian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar